Tampilkan postingan dengan label Angkasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Angkasa. Tampilkan semua postingan

2011/04/06

Chengdu J-10


Chengdu J-10 adalah pesawat tempur multi peran yang dirancang dan diproduksi Chengdu Aircraft Industry Corporation (CAC) untuk Angkatan Udara Tiongkok. Didesain sebagai pesawat tempur dan pesawat pengebom ringan segala cuaca.

Tipe : Pesawat tempur multi peran
Produsen : Chengdu Aircraft Industry Corporation
Perancang : Chengdu Aircraft Design Institute
Terbang perdana : 24 Maret 1998
Diperkenalkan : Akhir 2005
Diumumkan : 29 Desember 2006
Status : Operasional
Pengguna : RRC dan Pakistan
Jumlah produksi : 100+
Harga satuan : $41 juta USD (PAF F-10)
Acuan dasar : Chengdu J-9
Varian : Chengdu Super-10, J-10A, J-10S, J-10B, FC-20
Spesifikasi

# Karakteristik umum #

* Kru: 1 (basic), 2 (trainer variant)
* Panjang: 16,5 m
* Lebar sayap: 11,3 m
* Tinggi: 6,0 m
* Luas sayap: 45,5 m²
* Bobot kosong: 8.000~9.730 kg
* Bobot berguna: 5.500 kg
* Bobot maksimum lepas landas: 19.277 kg
* Mesin: 1× Saturn-Lyulka AL-31FN or Woshan WS-10A "Taihang" turbofan
o Dorongan kering: 89,43 kN / 89,17 kN
o Dorongan dengan pembakar lanjut: 122,5 kN / 129,4 kN

# Kinerja #

* Laju maksimum: Mach 1.6 at altitude
* g-Limits: +9/-3 g (+88/-29 m/s², +290/-97 ft/s²[rujukan?]
* Radius tempur: 650+ km
* Batas tertinggi servis: 20.000 m
* Beban sayap: 335 kg/m²
* Dorongan/berat minimum:
o Dengan pembakar lanjut: 0,89

# Persenjataan #


* Senapan: 2× 23 mm meriam internal
* Hardpoints: 11, 3 di bawah setiap sayap dan 5 di bawah fuselage
* Misil:
o Udara-ke-udara: PL-8, PL-9, PL-11, PL-12
o Udara-ke-permukaan: PJ-9, YJ-9K, 90 mm pod peluncur roket-tanpa-kendali
* Bom: bom yang diarahkan laser (LT-2), bom melayang (LS-6) and bom-tanpa-kendal

F-16


F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran yang dikembangkan oleh General Dynamics, di Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai pesawat tempur ringan, dan akhirnya ber-evolusi menjadi pesawat tempur multi-peran yang sangat populer. Kemampuan F-16 untuk bisa dipakai untuk segala macam misi inilah yang membuatnya sangat sukses di pasar ekspor, dan dipakai oleh 24 negara selain Amerika Serikat.
Pesawat ini sangat popular di mata international dan telah digunakan oleh 25 angkatan udara. F-16 merupakan proyek pesawat tempur Barat yang paling besar dan signifikan, dengan sekitar 4000 F-16 sudah di produksi sejak 1976. Pesawat ini sudah tidak diproduksi untuk Angkatan Udara Amerika Serikat, tapi masih diproduksi untuk ekspor.

F-16 dikenal memiliki kemampuan tempur di udara yang sangat baik, dengan inovasi seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas penglihatan, gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi, dan kursi kokpit yang dirancang untuk mengurangi efek g-force pada pilot. Pesawat ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibuat untu menahan belokan pada percepatan. F-16 memiliki berbagi macam variab seperti F-16 A/B dan setiap Varian F-16 ditandai oleh nomer blok yang menandakan pembaruan yang signifikan. Blok ini mencakup versi kursi tunggal dan kursi ganda.


# Karakteristik umum #

* Kru: 1
* Panjang: 49 ft 5 in
* Lebar sayap: 32 ft 8 in
* Tinggi: 16 ft
* Luas sayap: 300 ft²
* Airfoil: NACA 64A204 root and tip
* Bobot kosong: 18,238 lb
* Bobot terisi: 26,463 lb
* Bobot maksimum lepas landas: 42,300 lb
* Mesin: 1× Pratt & Whitney F100-PW-220 afterburning turbofan
o Dorongan kering: 14,590 lbf
o Dorongan dengan pembakar lanjut: 23,770 lbf
* Alternate powerplant: 1× General Electric F110-GE-100 afterburning turbofan
o Dry thrust: 17,155 lbf (76.3 kN)
o Thrust with afterburner: 28,985 lbf (128.9 kN)

# Kinerja #

* Laju maksimum: >Mach 2 (1,320 mph, 2,124 km/h) at altitude
* Radius tempur: 340 mi on a hi-lo-hi mission with six 1,000 lb (450 kg) bombs
* Jarak jangkau ferri: >3,200 mi
* Batas tertinggi servis: >55,000 ft
* Laju panjat: 50,000 ft/min
* Beban sayap: 88.2 lb/ft²
* Dorongan/berat: F100 0.898; F110 1.095

# Persenjataan #

* Senjata api: 1× 20 mm (0.787 in) M61 Vulcan gatling gun, 511 rounds
* Roket: 2¾ in (70 mm) CRV7
* Rudal:
o Air-to-air missiles:
+ 6× AIM-9 Sidewinder or
+ 6× AIM-120 AMRAAM or
+ 6× Python-4
o Air-to-ground missiles:
+ 6× AGM-65 Maverick or
+ 4× AGM-88 HARM
o Anti-ship missiles: 4× AGM-119 Penguin
* Bom:
o 2× CBU-87 cluster
o 2× CBU-89 gator mine
o 2× CBU-97
o 4× GBU-10 Paveway
o 6× GBU-12 Paveway II
o 6× Paveway-series laser-guided bombs
o 4× JDAM
o 4× Mk 80 series
o B61 nuclear bomb

# Lainya #

*
o SUU-42A/A Flares/Infrared decoys dispenser pod and chaff pod or
o AN/ALQ-131 & AN/ALQ-184 ECM pods or
o LANTIRN, Lockheed Martin Sniper XR & LITENING targeting pods or
o up to 3× 300/330/370 US gallon Sargent Fletcher drop tanks for ferry flight/extended range/loitering time.

# Avionik #

* AN/APG-68 radar

Aero L-29 Delfin


Aero L-29 DelfĂ­n adalah pesawat jet latih yang menjadi pesawat jet latih standar pada angkatan udara negara-negara anggota Pakta Warsawa pada tahun 1960-an. Pesawat ini adalah pesawat jet Cekoslowakia pertama yang dirancang di Cekoslowakia.




Spesifikasi (L-29)
# Karakteristik umum #

* Kru: 2: siswa dan instruktur
* Panjang: 10,81 m
* Lebar sayap: 10,29 m
* Tinggi: 3,13 m
* Luas sayap: 19,8 m²
* Bobot kosong: 2280 kg
* Bobot terisi: 3286 kg
* Bobot maksimum lepas landas: 3540 kg
* Mesin: 1× Motorlet M-701C , 8,7 kN

# Kinerja #

* Laju maksimum: 820 km/jam (443 knots, 510 mil/jam)
* Jarak jangkau: 900 km
* Batas tertinggi servis: 11500 m
* Laju panjat: 14 m/s
* Beban sayap: 166 kg/m²
* Dorongan/berat: 0,25

# Persenjataan #

* 200 kg (440 lb) of various guns, bombs, rockets, and missiles on external hardpoints

Hawker-Siddeley Hawk


Hawker-Siddeley Hawk adalah jet tempur ringan produksi BAE Hawk sejak 1974. BAE Hawk adalah sebuah perusahaan dari Britania Raya. Hawk merupakan pesawat latih interim untuk pesawat tempur generasi ke empat menggunakan radar modern APG-66 dan rudal AIM-9 Sidewinder.
Hawk Mk 209 merupakan varian single seater dari keluarga Hawk.Pesawat ini dikhususkan untuk mengemban misi air superiority dan ground attack.

Tipe : Pesawat Latih militer
Produsen : Hawker Siddeley
British Aerospace : (1977-1999)
BAE Systems : (mulai 1999)
Terbang perdana : 1974
Pengguna :
Britania Raya
Indonesia
Malaysia
Australia

Harga satuan : £18 juta (2003)
Varian : T-45 Goshawk

2009/06/11

Hassanal Bolkiah


Sultan Brunei Hassanal Bolkiah memang terkenal sangat kaya raya, sampai-sampai hampir semua barang koleksi miliknya berlapis emas , mobil, meja dan kursi makan, senjata, closet, bathup, tangkai bunga … semua dari emas dan bila belum pernah Koleksi Serba Emas Sultan Brunei,Selain koleksi serba emas Sultan Brunei tersebut, ternyata interior pesawat pribadi milik Sultan Brunei Hassanal Bolkiah sebagian besar juga berlapis emas…
Mau liat foto-fotonya ? Yang belum pernah melihat silahkan lanjut liat foto-foto dibawah , lihat saja bagaimana mewahnya interior pesawat pribadi milik Sultan Brunei Hassanal Bolkiah…




kira kira berapa harga 1 kali penerbangan yach...?

Jabiru J200

Saat ini para siswa SMKN 29 ini sudah mampu membuat sebagian kecil komponen pesawat seperti panel horizontal, stabilizer dan engine cowling dan juga sudah mampu membuat pesawat meskipun sebagian besar komponen masih harus diimport.
Salah satu hasil karya pesawat buatan siswa SMKN 29 ini telah dipamerkan di Arena Pekan Raya Jakarta, bernama ” Jabiru:J200 “. Menurut Agung Nugroho, salah satu dari 4 siswa SMKN 29 yang membuat dan merakit pesawat terbang dengan dua tempat duduk ini, nama "Jabiru" diambil dari nama burung di Australia.

Selain pesawat tersebut, ternyata para siswa tersebut juga sudah membuat dan merakit lima pesawat terbang lainnya dengan empat tempat duduk dan saat ini disimpan di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Tangerang.

Jabiru:J200 yang bermesin tunggal buatan siswa SMKN 29 ini tidak seperti pesawat lainnya yang selalu menggunakan bahan bakar avtur, namun pesawat karya para siswa ini menggunakan bahan bakar pertamax 95 dan memiliki kemampuan terbang selama 8 jam nonstop dengan menghabiskan bahan bakar 140 liter pertamax 95.

Pesawat Jabiru:J200 hasil buatan para siswa SMKN 29 ini telah diuji terbang oleh para instruktur para siswa dari FASI sampai ke Riau dan Kuala lumpur (Malaysia).

tricycle with a balloon


Tiba di Paris pada 1897, Alberto Santos-Dumont pertama membuat sejumlah penerbangan dengan gratis balon dan juga membeli motor roda tiga. He thought of combining the De Dion engine that powered his tricycle with a balloon, which resulted in 14 small airships that were all all gasoline-powered. Dia pemikiran yang menggabungkan mesin De Dion yang powered-Nya dengan roda tiga balon, yang dihasilkan dalam 14 kecil airships yang semua semua bensin-powered. His No. 1 airship first flew on September 18, 1898. No 1 nya airship Flew pertama pada 18 September 1898.

Airship dan Semirigid Airship


Airship yang berkembang dari bulat balon pertama berhasil muluk oleh Montgolfier brothers di 1783. Airships are basically large, controllable balloons that have an engine for propulsion, use rudders and elevator flaps for steering, and carry passengers in a gondola suspended under the balloon. Airships pada dasarnya besar, dikontrol balon yang memiliki mesin untuk tenaga, gunakan rudders dan lift untuk flaps steering, dan membawa penumpang dalam sampan ditangguhkan di bawah balon.

There are three types of airships: the nonrigid airship, often called a blimp; the semirigid airship, and the rigid airship, sometimes called a Zeppelin. Terdapat tiga jenis airships: di nonrigid airship, sering disebut sebagai orang canggung, yang semirigid airship, dan kaku airship, kadang-kadang disebut Zeppelin.

The first effort at building an airship involved stretching the round balloon into an egg shape that was kept inflated by internal air pressure. Upaya pertama di sebuah bangunan yang memanjang yang terlibat airship sepanjang balon menjadi bentuk telur yang dipelihara oleh internal meningkat tekanan udara. These non-rigid airships, commonly called blimps, used ballonets, air bags located inside the outer envelope that expanded or contracted to compensate for changes in the gas.[]p Because these blimps often collapsed under stress, designers added a fixed keel under the envelope to give it strength or enclosed the gas bag inside a frame. Ini empuk airships, yang umum disebut blimps, digunakan ballonets, kantung udara yang terletak di dalam amplop luar yang diperluas atau kontrak untuk memberikan kompensasi untuk perubahan dalam gas.

Hidrogen Balon


Perancis, Jacques Charles invented balon hidrogen pertama di 1783.

Less than two weeks after the ground-breaking Montgolfier flight, the French physicist Jacques Charles (1746-1823) and Nicolas Robert (1758-1820) made the first untethered ascension with a gas hydrogen balloon on December 1, 1783. Kurang dari dua minggu setelah tanah-melanggar Montgolfier penerbangan, fisika di Perancis Jacques Charles (1746-1823) dan Nicolas Robert (1758-1820) yang pertama dibuat untethered kenaikan dengan balon gas hidrogen pada 1 Desember 1783. Jacques Charles combined his expertise in making hydrogen with Nicolas Robert's new method of coating silk with rubber. Jacques Charles gabungan itu keahlian dalam membuat hidrogen dengan Nicolas Robert baru metode sutera dengan lapisan karet.

Charlière Hydrogen Balloon Charlière Hydrogen Balloon
The Charlière hydrogen balloon exceeded the earlier Montgolfier hot air balloon in time in the air and distance traveled. Charlière balon hidrogen yang melampaui sebelumnya Montgolfier balon udara panas dalam waktu di udara dan jarak perjalanan. With its wicker gondola, netting, and valve-and-ballast system, it became the definitive form of the hydrogen balloon for the next 200 years. Dengan menganyam sampan, kelambu, dan katup-dan-sistem pemberat, ia menjadi definitif bentuk balon hidrogen selama 200 tahun. The audience in the Tuileries Gardens was reported as 400,000, half the population of Paris. Pemirsa di Tuileries Gardens dilaporkan sebagai 400.000, separuh penduduk Paris.

The limitation of using hot air was balloons was that when the air in the balloon cooled, the balloon was forced to descend. Terbatasnya telah menggunakan balon udara panas adalah ketika udara di balon didinginkan, balon yang dipaksa untuk turun. If a fire was kept burning to warm the air constantly, sparks were likely to reach the bag and set it afire. Jika api telah membakar disimpan ke udara hangat secara konstan, Sparks adalah kemungkinan untuk mencapai tas dan atur bernyala. Hydrogen overcame this obstacle. Hidrogen kendala ini teratasi.
First Ballooning Fatalities Pertama Ballooning Fatalities
On June 15, 1785, Pierre Romain and Pilatre de Rozier were the first persons to die in a balloon. Pada 15 Jun 1785, Pierre Romain dan Pilatre de Rozier orang pertama yang mati dalam balon. Pilatre de Rozier was both the first to fly and to die in a balloon. Pilatre de Rozier kedua adalah yang pertama untuk terbang dan mati dalam balon. Using a dangerous combination of hot-air and hydrogen proved fatal to the pair, whose dramatic crash before a large crowd only temporarily dampened the balloon mania sweeping France in the late eighteenth century. Berbahaya menggunakan kombinasi udara panas dan hidrogen fatal membuktikan kepada pasangan yang dramatis sebelum crash besar keramaian hanya sementara dampened balon yang mania sweeping Perancis pada akhir abad kedelapanbelas.

Elang Besi TNI AU



Sudah seperempat abad Hawk-hawk TNI AU menjadi bagian dari langit dirgantara Nusantara tercinta. Sejak hadir pertama untuk mencetak penerbang-penerbang handal Angkatan Udara, kini turut menjaga kedaulatan dan kesatuan NKRI dari ujung timur Papua hingga ke ujung barat Tanah Rencong.

Meskipun sosoknya tidak segemerlap penempur lain, takkan ada yang melupakan tarian-tariannya di udara. Takkan ada yang melupakan kiprahnya mencegat pelanggar-pelanggar batas kedaulatan negeri.

Meskipun terseok-seok dihadang embargo, elang-elang TNI AU tetap akan mengudara. Tetap akan menunaikan tugasnya selaku penjaga khatulistiwa dan emas hitam Nusantara. Pun juga menjaga sarangnya di kaki Lawu.

Terbanglah terus elang-elang TNI AU ! Apapun yang terjadi, kami selalu mendukungmu...

International Fleet Review


Sebanyak 14 negara termasuk Indonesia akan menampilkan parade 34 kapal perang sebagai bagian pelaksanaan Sail Bunaken 2009 di Teluk Manado, Sulawesi Utara pada 11 hingga 19 Agustus 2009. Keempat belas negara yang akan membawa kapal perangnya adalah: Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Brasil, India, Inggris, Jepang, Malaysia, Pakistan, RRC, Rusia, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand.
Dari 34 kapal perang yang akan ditampilkan, TNI AL akan mengerahkan 10 KRI (Kapal Republik Indonesia). Sementara Amerika Serikat direncanakan akan mengerahkan satu buah kapal induk sekaligus memperagakan proses lepas-landas dan mendarat pesawat tempurnya di geladak kapal induk. Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, SE dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (3/6), di Jakarta.
“Setelah menampilkan parade, kapal-kapal perang tersebut akan merapat ke dermaga secara bergantian dan akan melakukan Open Ship sehingga masyarakat bisa melihat dari dekat,” ujar Kadispenal.
Kehadiran kapal perang internasional ini dikemas dalam acara bertajuk International Fleet Review (IFR) ’09 sekaligus menjadi bagian penyelenggaraan Sail Bunaken 2009. Iskandar Sitompul menyatakan, IFR’09 memiliki beragam nilai strategis, antara lain mengingatkan pentingnya pembangunan kekuatan maritim yang mampu menjaga kepentingan nasional dan internasional serta memupuk Seaman Brotherhood di tingkat internasional.